Jumat, 08 Juli 2016

Sejarah Bahasa



     Sejarah bahasa Indonesia berkembang sesuai dengan peradaban manusia itu sendiri. Perkembangan bahasa Indonesia berawal pada tahun 1908 yaitu pada saat era Boedi Utomo. Lalu, pada tahun 1928 Bahasa Indonesia mengalami perkembangan kembali tepatnya pada saat sumpah pemuda. Secara umum Bahasa memiliki arti, sifat, dan fungsi.

            Bahasa memiliki arti sistem lambang bunyi untuk berkomunikasi masyarakat tertentu. Bahasa juga memiliki empat sifat. Yang pertama, Bahasa memiliki sifat unik karena memiliki kosakata sendiri. Lalu, Bahasa memiliki sifat arbiter yang berarti Bahasa merupakan sebuah kesepakatan. Selain itu, bahasa juga memiliki sifat konvensional yaitu bahasa diatur oleh masyarakat itu sendiri. Dan yang terakhir, Bahasa bersifat universal artinya Bahasa mudah dipahami secara menyeluruh.

            Bahasa memiliki beberapa fungsi. Yang pertama, Bahasa berfungsi sebagai komunikasi. Lalu, Bahasa juga berfungsi sebagai ungkapan emosional. Selain itu, Bahasa memiliki fungsi untuk mengembangkan diri. Dan yang terakhir, Bahasa berfungsi untuk mengembangkan kemampuan bakat seseorang sesuai dengan kecerdasannya.

            Ejaaan yang disempurnakan (EYD) terdiri dari beberapa periode. Periode pertama yaitu periode Op Huijsen. Pada periode ini masih menggunakan kata-kata yang berasal dari Belanda. Periode kedua yaitu periode Soewandi dimana aturan ejaannya dibuat setelah kemerdekaan. Periode selanjutnya adalah periode Melindo. Dan yang  terakhir adalah periode Ejaan yang disempurnakan (EYD).

            Problematika saat ini, banyak orang khususnya para pelajar atau mahasiswa yang tidak memperhatikan penggunaan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) dalam proses penulisan sebuah tulisan. Bahkan hal itu sering kali dianggap remeh sehingga ejaan dalam Bahasa Indonesia menjadi melemah. Kelemahan ejaan ini lama-kelamaan menjadi suatu kebiasaan yang dilakukan para pelajar atau mahasiswa bahkan dikalangan guru atau dosen sekalipun. 

Di berbagai sekolah atau Universitas banyak ditemukan kesalahan-kesalahan dalam penulisan sebuah tulisan baik itu ilmiah maupun non ilmiah. Para pelajar atau mahasiswa cenderung mengabaikan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) dan lebih sering menulis dengan kaidah-kaidah penulisan yang salah. Misalnya dalam penggunaan tanda baca, pemakaian huruf, penulisan kata, penulisan kata ganti dan lain sebagainya. Untuk itu seharusnya kita harus mendalami pembelajaran dalam penggunaan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) dengan cara memperhatikan kaidah-kaidah penulisan di dalam Bahasa Indonesia sehingga kelemahan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) dalam Bahasa Indonesia dapat berkurang. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar