Sabtu, 25 Juni 2016

Sepenggal Cerita dari Zona Madina



Bulan Ramadhan adalah bulan suci bagi umat muslim. Bulan ini merupakan bulan dimana manusia saling berlomba-lomba untuk melakukan kebaikan dalam rangka mencari ridha illahi. Banyak hal yang dapat dilakukan oleh manusia untuk melakukan amalan kebaikan salah satunya adalah dengan mengikuti kegiatan bermanfaat yaitu “Blogger Trip Zona Madina”. Acara ini merupakan acara yang diadakan oleh Dompet Dhuafa dengan mengundang 20 Blogger Terpilih se-Jabodetabek yang telah mendaftarkan diri untuk melakukan Trip ke Zona Madina.

Acara Blogger Trip Zona Madina dimulai pada pukul 10:30 dengan agenda pertama yaitu pembukaan dari MC. Lalu, dilanjutkan dengan sambutan yang disampaikan oleh Bapak Yudi sebagai Public Relation Dompet Dhuafa. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa tujuan dari acara ini yaitu sebagai ajang silaturahim dompet dhuafa dengan para blogger sehingga diharapkan nantinya para blogger dapat menginspirasi orang-orang disekitarnya melalui tulisan. 

Selanjutnya, ada sambutan dari Bapak Herman Budiyanto mengenai profil Dompet Dhuafa dan Zona Madina. Dalam sambutannya, Bapak Herman menjelaskan bahwa zona madina terinspirasi dari piagam madinah dimana dengan adanya zona madinadiharapkan dapat menciptakan masyarakat yang tertata secara madani. Sejak tahun 1993, Zona Madina memiliki beberapa program pemberdayaan masyarakat yang terfokus dalam empat bidang yaitu pendidikan, kesehatan, budaya dan ekonomi.

Di bidang pendidikan, Dompet Dhuafa mendirikan Smart Ekselensia Indonesia yaitu sekolah pertama di Indonesia yang bebas biaya, berasrama dan akselerasi (SMP dan SMA 5 Tahun) dan sudah bersetifikat ISO 9001:2008 sejak 27 Februari 2013 oleh SAI Global. Di bidang kesehatan, Dompet Dhuafa mengadakan layanan kesehatancuma-cuma dan mendirikan RS. Rumah Sehat Terpadu untuk kaum dhuafa. Di bidang ekonomi, Dompet Dhuafa mendirikan Lembaga Pertanian Sehat yang memiliki tujuan agar masyarakat dapat hidup mandiri. Dan di bidang budaya, Dompet Dhuafa mendirikan Kampoeng Wisata Djampang yang merupakan wilayah pariwisita dari zona madina meliputi outbound, klub memanah dan wisata edukasi. 

Setelah itu, para blogger melakukan sesi perkenalan. Tujuan dari sesi ini adalah untuk mengenal satu sama lain. Dari sesi perkenalan ini diketahui bahwa 20 blogger yang terpilih berasal dari berbagai macam latar belakang seperti mahasiswa, ibu rumah tangga dan karyawan. 


Setelah melakukan perkenalan, acara dilanjutkan dengan sesi sharing bersama siswa Smart Ekselensia Indonesia. Sesi sharing dibagi menjadi tiga kelompok dimana masing-masing kelompok terdiri dari lima blogger. Dalam sesi ini, para blogger sharing tentang pengalamannya dalam dunia blog. Tidak hanya itu, para siswa juga sharing tentang pengalamannya selama bersekolah di Smart Ekselensia Indonesia. Salah satu pengalaman siswa Smart Ekselensia Indonesia yaitu Ilham, ketua ekstrakurikuler jurnalistik ini merupakan siswa berprestasi. Ilham menceritakan pengalamannya ketika ia menjadi juara lomba menulis Kemendikbud Nasional tentang Jurnalis Berbudaya.

Azan Zuhur Berkumandang, Kami pun bergegas menuju masjid Al Insan yang merupakan masjid megah yang berada di Lembaga Pengembangan Insani untuk menunaikan sholat awal waktu. Setelah itu, kami kembali menuju aula untuk diberikan pengarahan oleh panitia dan melakukan foto bersama sebelum melakukan perjalanan ke zona madina yang dipandu oleh Ibu Eny. 


Dalam perjalanan mengelilingi zona madina, kami mengunjungi beberapa pos. Pos pertama yaitu Sekolah Guru Indonesia (SGI). Ada empat program yang ditawarkan dalam SGI: 1. Program Profesional yaitu program yang ditujukan bagi sarjana yang baru lulus; 2. Program Eksekutif yaitu program pelatihan satu bulan untuk guru-guru di daerah 3. Program School of Teacher Master yaitu pelatihan satu bulan untuk guru; dan 4. Program School of Principal yaitu program yang ditujukan untuk kepala sekolah.


Pos berikutnya yaitu Pusat Sumber Belajar (PSB). Pusat Sumber Belajar adalah pusat edukasi bagi siswa Smart Ekselensia Indonesia. Pusat Sumber Belajar tidak hanya bisa dikunjungi oleh siswa Smart Ekselensia Indonesia saja tetapi juga terbuka untuk umum. Di dekat Pusat Sumber Belajar terdapat zona cocok tanam. Zona ini merupakan zona dimana siswa belajar bagaimana bercocok tanam yang baik. 


           Pos berikutnya, kami mengunjungi asrama Smart Ekselensia Indonesia. Di Asrama, siswa Smart Ekselensia Indonesia dituntut untuk mandiri dan melakukan hal-hal kompleks secara mandiri. Selama di asrama, siswa Smart Ekselensia Indonesia mendapatkan beberapa fasilitas seperti layanan potong rambut secara gratis dan juga terdapat lapangan untuk berolahraga. Siswa Smart Ekselensia Indonesia liburan hanya 1 tahun sekali yaitu pada awal tahun. Pada saat lebaran, siswa tetap berada di sekolah kecuali jika mereka mengikuti program Homestay. Untuk informasi lebih lanjut mengenai program Homestay dapat diakses di http://www.dompetdhuafa.org

Pos berikutnya yaitu Beastudi Indonesia. Pada pos ini, Bapak Herdes selaku ketua pengurus Beastudi Etos menjelaskan mengenai program-program yang ada di Beastudi Indonesia. Ada tiga jenis beasiswa di Beastudi Indonesia yaitu Beasiswa etos, Beasiswa kemitraan dan Beasiswa aktivis. Beasiswa etos ditujukan untuk siswa SMA kurang mampu yang ingin melanjutkan kuliah. Beasiswa kemitraan adalah beasiswa yang berkerjasama dengan peusahaan-perusahaan. Dan beasiswa aktivis adalah beasiswa yang ditujukan bagi aktivis kampus.

Setelah mengunjungi beberapa pos, kami melanjutkan perjalanan ke RS. Rumah Sehat Terpadu yang letaknya bersebrangan dengan Lembaga Pengembangan Insani. RS. Rumah Sehat Terpadu merupakan rumah sakit gratis yang ditujukan bagi kaum dhuafa. Kedepannya, Rumah sakit ini akan memiliki program untuk pasien umum. RS. Rumah Sehat Terpadu terdiri dari beberapa ruangan yaitu ruang radiologi, ruang cuci darah, ruang observasi IGD,  ruang poli anak, dan lain-lain. Rumah sakit ini masih kekurangan dokter dan sedang dibuka lowongan, untuk informasi lebih lanjut dapat diakses di http://www.dompetdhuafa.org
 
Setelah menyulusuri lorong di RS. Rumah Sehat Terpadu, kami beristirahat sejenak sekaligus menunaikan sholat ashar di Masjid Al-Madinah. Masjid yang memiliki kubah berwarna merah putih sedang dalam tahap pembangunan. Hal ini dapat dilihat dari belum adanya hijab di masjid ini. 


Sambil menunggu waktu berbuka puasa, kami ngabuburit dengan melakukan aktivitas memanah dan pencak silat. Teknik memanah diisi oleh Bapak Herman. Beliau mengatakan bahwa memanahitu ada madzhabnya dan teknik memanah untuk berperang yaitu menggunakan jempol. Dan untuk latihan pencak silat diisi oleh Bapak Iman dari Satria Muda Indonesia. Beliau mengajarkan kepada kami beberapa teknik bela diri yang dapat digunakan ketika kita sedang mengalami tindakan kriminal seperti pencopetan.
  
Setelah latihan memanah dan pencak silat, kami duduk membentuk lingkaran untuk mendengarkan kata penutup dari Bapak Yofie selaku corporate Dompet Dhuafa. Bapak Yofie berpesan kepada para blogger untuk memasifkan gerakan Zakatnesia yaitu sebuah gaya hidup yang telah membudaya di Indonesia dimana zakat telah menjadi kebiasaan untuk ditunaikan oleh umat muslim. Jika gerakan zakatnesia mampu dioptimalkan dengan baik maka dapat membantu mengentaskan masalah kemiskinan di Indonesia.Acara pada hari itu pun ditutup dengan buka puasa bersama dan pemberian souvenier pemberdayaan Dompet Dhuafa kepada para peserta Blogger Trip Zona Madina. 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar