Bulan Ramadhan adalah bulan suci bagi umat muslim. Bulan ini merupakan bulan dimana manusia saling berlomba-lomba untuk melakukan kebaikan dalam rangka mencari ridha illahi. Banyak hal yang dapat dilakukan oleh manusia untuk melakukan amalan kebaikan salah satunya adalah dengan mengikuti kegiatan bermanfaat yaitu “Blogger Trip Zona Madina”. Acara ini merupakan acara yang diadakan oleh Dompet Dhuafa dengan mengundang 20 Blogger Terpilih se-Jabodetabek yang telah mendaftarkan diri untuk melakukan Trip ke Zona Madina.
Acara
Blogger Trip Zona Madina dimulai pada pukul 10:30 dengan agenda pertama yaitu pembukaan
dari MC.
Lalu, dilanjutkan
dengan sambutan yang disampaikan
oleh Bapak Yudi
sebagai Public Relation Dompet Dhuafa.
Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa tujuan dari acara ini yaitu
sebagai ajang silaturahim dompet dhuafa dengan para blogger sehingga diharapkan
nantinya para blogger dapat menginspirasi orang-orang disekitarnya melalui
tulisan.
Selanjutnya,
ada sambutan dari Bapak Herman Budiyanto mengenai profil Dompet Dhuafa dan Zona Madina.
Dalam sambutannya, Bapak Herman menjelaskan bahwa zona madina terinspirasi dari
piagam madinah dimana dengan adanya zona madinadiharapkan dapat menciptakan
masyarakat yang tertata secara madani. Sejak tahun 1993, Zona Madina memiliki
beberapa program pemberdayaan masyarakat yang terfokus dalam empat bidang yaitu
pendidikan, kesehatan, budaya dan ekonomi.
Di
bidang pendidikan, Dompet Dhuafa mendirikan Smart Ekselensia Indonesia yaitu sekolah
pertama di Indonesia yang bebas biaya, berasrama dan akselerasi (SMP dan SMA 5
Tahun) dan sudah bersetifikat ISO 9001:2008 sejak 27 Februari 2013 oleh SAI
Global. Di bidang kesehatan, Dompet Dhuafa mengadakan layanan kesehatancuma-cuma
dan mendirikan RS. Rumah Sehat Terpadu untuk kaum dhuafa. Di bidang ekonomi,
Dompet Dhuafa mendirikan Lembaga Pertanian Sehat yang memiliki tujuan agar
masyarakat dapat hidup mandiri. Dan di bidang budaya, Dompet Dhuafa mendirikan
Kampoeng Wisata Djampang yang merupakan wilayah pariwisita dari zona madina meliputi
outbound, klub memanah dan wisata edukasi.
Setelah
itu, para blogger melakukan sesi perkenalan. Tujuan dari sesi ini adalah untuk
mengenal satu sama lain. Dari sesi perkenalan ini diketahui bahwa 20 blogger yang
terpilih berasal dari berbagai macam latar belakang seperti mahasiswa, ibu
rumah tangga dan karyawan.
Setelah melakukan perkenalan, acara dilanjutkan
dengan sesi sharing bersama siswa Smart Ekselensia Indonesia. Sesi sharing dibagi
menjadi tiga kelompok dimana masing-masing kelompok terdiri dari lima blogger.
Dalam sesi ini, para blogger sharing tentang pengalamannya dalam dunia blog.
Tidak hanya itu, para siswa juga sharing tentang pengalamannya selama
bersekolah di Smart Ekselensia Indonesia. Salah satu pengalaman siswa Smart
Ekselensia Indonesia yaitu Ilham, ketua ekstrakurikuler
jurnalistik ini merupakan siswa berprestasi. Ilham menceritakan pengalamannya
ketika ia menjadi juara
lomba menulis Kemendikbud Nasional tentang Jurnalis Berbudaya.
Azan
Zuhur Berkumandang, Kami pun bergegas menuju masjid Al Insan yang merupakan
masjid megah yang berada di Lembaga Pengembangan Insani untuk menunaikan sholat
awal waktu. Setelah itu, kami kembali menuju aula untuk diberikan pengarahan oleh panitia dan melakukan
foto bersama sebelum melakukan perjalanan ke zona madina yang dipandu oleh Ibu
Eny.
Dalam
perjalanan mengelilingi zona madina, kami mengunjungi beberapa pos. Pos pertama
yaitu Sekolah Guru Indonesia (SGI). Ada empat program yang ditawarkan dalam
SGI: 1. Program Profesional yaitu program yang ditujukan bagi sarjana yang baru
lulus; 2. Program Eksekutif yaitu program pelatihan satu bulan untuk guru-guru
di daerah 3. Program School of Teacher
Master yaitu pelatihan satu bulan untuk guru; dan 4. Program School of Principal yaitu program yang
ditujukan untuk kepala sekolah.
Pos
berikutnya yaitu Pusat Sumber Belajar (PSB). Pusat Sumber Belajar adalah pusat
edukasi bagi siswa Smart Ekselensia Indonesia. Pusat Sumber Belajar tidak hanya
bisa dikunjungi oleh siswa Smart Ekselensia Indonesia saja tetapi juga terbuka
untuk umum. Di dekat Pusat Sumber Belajar terdapat zona cocok tanam. Zona ini
merupakan zona dimana siswa belajar bagaimana bercocok
tanam yang baik.
Pos berikutnya, kami mengunjungi asrama Smart Ekselensia Indonesia. Di Asrama, siswa Smart Ekselensia Indonesia dituntut untuk mandiri dan melakukan hal-hal kompleks secara mandiri. Selama di asrama, siswa Smart Ekselensia Indonesia mendapatkan beberapa fasilitas seperti layanan potong rambut secara gratis dan juga terdapat lapangan untuk berolahraga. Siswa Smart Ekselensia Indonesia liburan hanya 1 tahun sekali yaitu pada awal tahun. Pada saat lebaran, siswa tetap berada di sekolah kecuali jika mereka mengikuti program Homestay. Untuk informasi lebih lanjut mengenai program Homestay dapat diakses di http://www.dompetdhuafa.org
Pos
berikutnya yaitu Beastudi Indonesia. Pada pos ini, Bapak Herdes selaku ketua
pengurus Beastudi Etos menjelaskan mengenai program-program yang ada di
Beastudi Indonesia. Ada tiga jenis beasiswa di Beastudi Indonesia yaitu
Beasiswa etos, Beasiswa kemitraan dan Beasiswa aktivis. Beasiswa etos ditujukan
untuk siswa SMA kurang mampu yang ingin melanjutkan kuliah. Beasiswa kemitraan
adalah beasiswa yang berkerjasama dengan peusahaan-perusahaan. Dan beasiswa
aktivis adalah beasiswa yang ditujukan bagi aktivis kampus.
Setelah
mengunjungi beberapa pos, kami melanjutkan perjalanan ke RS. Rumah Sehat
Terpadu yang letaknya bersebrangan dengan Lembaga Pengembangan Insani. RS.
Rumah Sehat Terpadu merupakan
rumah sakit gratis yang ditujukan bagi kaum dhuafa. Kedepannya, Rumah sakit ini
akan memiliki program untuk pasien umum. RS. Rumah Sehat Terpadu terdiri dari
beberapa ruangan yaitu ruang radiologi, ruang cuci darah, ruang observasi
IGD, ruang poli anak, dan lain-lain.
Rumah sakit ini masih kekurangan dokter dan sedang dibuka lowongan, untuk
informasi lebih lanjut dapat diakses di http://www.dompetdhuafa.org
Setelah
menyulusuri lorong di RS. Rumah Sehat Terpadu, kami beristirahat sejenak sekaligus
menunaikan sholat ashar di Masjid Al-Madinah. Masjid yang memiliki kubah
berwarna merah putih sedang dalam tahap pembangunan. Hal ini dapat dilihat dari
belum adanya hijab di masjid ini.
Sambil menunggu waktu berbuka puasa, kami ngabuburit dengan melakukan aktivitas memanah dan pencak silat. Teknik memanah diisi oleh Bapak Herman. Beliau mengatakan bahwa memanahitu ada madzhabnya dan teknik memanah untuk berperang yaitu menggunakan jempol. Dan untuk latihan pencak silat diisi oleh Bapak Iman dari Satria Muda Indonesia. Beliau mengajarkan kepada kami beberapa teknik bela diri yang dapat digunakan ketika kita sedang mengalami tindakan kriminal seperti pencopetan.
Setelah
latihan memanah dan pencak silat, kami duduk membentuk lingkaran untuk
mendengarkan kata penutup dari Bapak Yofie selaku corporate Dompet Dhuafa. Bapak Yofie berpesan kepada para blogger
untuk memasifkan gerakan Zakatnesia yaitu sebuah gaya hidup yang telah
membudaya di Indonesia dimana zakat telah menjadi kebiasaan untuk ditunaikan
oleh umat muslim. Jika gerakan zakatnesia mampu dioptimalkan dengan baik maka
dapat membantu mengentaskan masalah kemiskinan di Indonesia.Acara
pada hari itu pun ditutup dengan buka puasa bersama dan pemberian souvenier
pemberdayaan Dompet Dhuafa kepada para peserta Blogger Trip Zona Madina.












Tidak ada komentar:
Posting Komentar