Jumat, 05 Agustus 2016

Paragraf



            Paragraf mempunyai tiga struktur wilayah. Wilayah pertama merupakan ide pokok kalimat utama. Wilayah kedua merupakan gagasan utama yang merupakan pencetus tema dan judul. Wilayah ini terdiri dari topik, inti, isi dan pikiran utama. Dan wilayah ketiga berisi simpulan, ringkasan dan rangkuman. 

            Pola paragraf terdiri dari pola deduktif dan pola induktif.  Pola deduktif bernalar fokusnya pada sebab sedangkan pola induktif bernalar fokusnya pada akibat. Pola deduktif digunakan untuk memecahkan kasus-kasus pidana sedangkan pola induktif digunakan untuk memecahkan kasus-kasus perdata. Pola deduktif cara bernalarnya silogisme dan dikembangkan dengan entilmen. Sedangkan untuk pola induktif cara bernalarnya dengan menggunakan teknik menyimpulkan GAS-DK.

            Generalisasi adalah teknik menyimpulkan yang hanya dapat berlaku untuk hal yang positif. Analogi adalah membandingkan dua hal yang berbeda dicirikan dengan kata laksana, umpama, seperti dan sama halnya. Sebab-Akibat adalah merupakan salah satu teknik menyimpulkan pada pola induktif. Definisi adalah teknik menyimpulkan dengan mendefinisikannya sendiri. Klarifikasi adalah teknik menyimpulkan dengan cara dikelompokkan.

            Jenis paragraf dapat disingkat menjadi DEPAN. Deskripsi adalah penggambaran dimana objeknya bisa abstrak atau konkret. Eksposisi adalah teks atau bacaan yang memiliki tema unik dan memiliki tujuan untuk memaparkan, menjelaskan, menyampaikan informasi, mengajarkan, dan menerangkan suatu topik kepada pembaca. Persuasif adalah jenis paragraf yang bertujuan membujuk pembaca agar mau berbuat sesuatu sesuai dengan keinginan penulisnya. Argumentasi adalah jenis paragraf yang mengungkapkan ide, gagasan, atau pendapat penulis dengan disertai bukti dan fakta). Tujuannya adalah agar pembaca yakin bahwa ide, gagasan, atau pendapat tersebut adalah benar dan terbukti. Narasi adalah jenis paragraf yang berupa cerita fiksi atau dongeng.

Dalam kehidupan sehari-hari khususnya dalam komunikasi tulis ilmiah, paragraf memegang peranan penting. Gagasan-gagasan penulis hanya dapat disampaikan kepada pembaca melalui paragraf-paragraf. Paragraf yang tidak memiliki kesatuan dan kepaduan gagasan, tidak memiliki kejemihan penalaran, dan tidak memiliki kefektifan bahasa dapat mengakibatkan ketidakjelasan gagasan yang akan dikomunikasikan. Pembaca akan salah dalam memahami maksud penulis. Bila hal ini terjadi, pesan yang disampaikan penulis tidak mungkin ditangkap oleh pembaca tepat seperti yang dimaksud penulis. Akibatnya, ciri ilmiahnya pun hilang. Oleh karena itu, kemahiran dalam menulis paragraf yang baik mutlak diperlukan bagi siapa saja yang terlibat dalam komunikasi ilmiah.

Dalam ilmu Biologi, terpadat sebuah pola yang bernama pola hereditas. Pola hereditas adalah suatu proses penurunan sifat-sifat dari induk keketurunannya melalui gen dan bukan dalam bentuk tingkah laku melainkan struktur tubuh. Pendapat ini dicetuskan oleh Witherington. Secara umum hereditas diartikan sebagai pewarisan sifat dari induk ke keturunannya baik secara biologis melalui gen (DNA) atau secara sosial melalui pewarisan gelar, atau status sosial. Pewarisan sifat ini biasanya berhubungan dengan struktur tubuh dan bukan tingkah laku karena tingkah laku makhluk hidup lebih banyak dipengaruhi oleh faktor lingkungan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar