A.
SIFAT
KIMIA DAN FISIKA PROTEIN
Protein
adalah molekul makro yang mempunyai berat molekul antara lima ribu hingga
beberapa juta. Protein terdiri atas rantai-rantai panjang asam amino yang
terikat satu sama lain dalam ikatan peptida. Asam amino terdiri atas
unsur-unsur karbon, hidrogen, oksigen dan nitrogen. Beberapa asam amino
disamping itu mengandung unsur-unsur fosfor, besi, sulfur, iodiom, dan kobalt.
Unsur nitrogen adalah unsur utama protein, karena terdapat didalam semua
protein akan tetapi tidak terdapat didalam karbohidrat dan lemak. Unsur
nitrogen merupakan 16% dari berat protein.
Molekul
protein lebih kompleks dari pada karbohidrat dan lemak dalam hal berat molekul
dan keanekaragaman unit-unit asam amino yang membentuknya. Berat molekul protein
bisa mencapai 40 juta. Bandingkan dengan berat glukosa yang besarnya 180. Ada
dua puluh jenis asam amino yang diketahui sampai sekarang yang terdiri atas
sembilan asam amino esensial ( asam amino yang tidak dapat dibuat tubuh dan
harus didatangkan dari makanan ) dan sebelas asam amino nonesensial.
Berikut
merupakan sifat kimia dan fisika dari protein:
•
Protein dapat terdenaturasi oleh perlakuan pemanasan.
•
Dapat
terkoagulasi atau mengendap oleh perlakuan pengasaman.
•
Dapat
mengalami dekomposisi atau pemecahan oleh enzim-enzim proteolitik
•
Dapat
bereaksi dengan gula reduksi, sehingga menyebabkan terjadinya warna coklat.
B.
PENGGOLONGAN,
STRUKTUR DAN DENATURASI PROTEIN
a.
Penggolongan
Protein Berdasarkan Bentuk
Berdasarkan bentuknya protein dibedakan
atas :
- Protein globular,
Protein
Globular berbentuk bola terdapat dalam cairan jaringan tubuh. Protein ini larut dalam air, berdifusi cepat dan bersifat dinamis,
mudah berubah dibawah pengaruh suhu, konsentrasi garam serta mudah mengalami
denaturasi. Contohnya meliputi enzim, hormon dan protein darah.
-
Protein serabut (fibrous),
Terdiri atas beberapa rantai peptida
berbentuk spiral yang terjalin satu sama lain sehingga menyerupai batang yang
kaku. Protein fibrous mempunyai bentuk molekul panjang seperti serat atau
serabut, tidak larut dalam air. mempunyai kekuatan mekanis yang
tinggi dan tahan terhadap enzim pencernaan. Protein ini terdapat dalam
unsur-unsur struktur tubuh. Contohnya meliputi kolagen ; miosin ; fibrin ; dan
karatin pada rambut, kuku, dan kulit.
b.
Struktur
Protein
Ada
4 struktur protein antara lain ;
1) Struktur
Primer
Struktur primer adalah rantai polipeptida.
Struktur primer protein di tentukan oleh ikatan kovalen antara residu asam
amino yang berurutan yang membentuk ikatan peptida. Struktur primer dapat di
gambarkan sebagai rumus bangun yang biasa di tulis untuk senyawa organik.
2) Struktur
Sekunder
Struktur sekunder ditentukan oleh
bentuk rantai asam amino : lurus, lipatan, atau gulungan yang mempengaruhi
sifat dan kemungkinan jumlah protein yang dapat dibentuk. Struktur ini terjadi karena ikatan hydrogen antara atom O dari gugus
karbonil ( C=O) dengan atom H dari gugus amino ( N-H ) dalam satu rantai peptida, memungkinkan
terbentuknya konfirasi spiral yang disebut struktur helix.
3)
Struktur
tersier
Struktur tersier ditentukan oleh
ikatan tambahan antara gugus R pada asam-asam amino yang memberi bentuk tiga dimensi
sehingga membentuk struktur kompak dan padat suatu protein.
4)
Struktur
kuartener
Struktur kuartener adaalah susunan
kompleks yang terdiri dari dua rantai polipeptida atau lebih, yang setiap
rantainya bersama dengan struktur primer, sekunder, tersier membentuk satu
molekul protein yang besar dan aktif secara biologis.
c. Denaturasi
Protein
Protein dapat mempertahankan
kesesuaian bentuknya asalkan lingkungan fisik dan kimianya dipertahankan. Jika
lingkungan berubah maka, protein dapat terurai atau mengalami perubahan sifat (
denaturasi ); mereka dapat kehilangan struktur sekunder, tersier, dan
kuarternya sehingga aktivitas biologisnya juga hilang.
1)
Kesesuaian
bentuk protein bergantung pada ikatan hidrogen, yang lemah dan sangat senitif
terhadap perubahan PH dan suhu.
2)
Paparan
singkat pada suhu yang tinggi ( diatas 60oC ) atau paparan pada asam
atau basa kuat dalam periode waktu yang lama akan menyebabkan denaturasi karena
ikatan hidrogen ruptur.
a)
Sebagian
protein dapat dikembalikan kebentuk aslinya, jika terdenaturasi tanpa harus
menjadi insoluble.
b)
Perbedaan
panas yang besar dapat menyebabkan denaturasi yang menetap. Putih telur akan
memadat dan menjadi insoluble jika dipanaskan.
-
Suhu
tubuh yang sangat tinggi dapat menyebabkan koagulasi protein selular.
-
Jika
suhu tubuh naik sampai diatas 41oC atau 42oC maka akan
mengakibatkan denaturasi protein.
D.
Sumber protein
Bahan makanan hewani merupakan sumber
protein yang baik, dalam jumlah maupun mutu, seperti telur, susu, daging,
unggas, ikan, dan kerang. Sumber protein nabati adalah kacang kedelai dan
hasilnya, seperti tempe dan tahu, serta kacang-kacangan lain. Kacang kedelai
merupakan sumber protein nabati yang mempunyai mutu atau nilai biologi
tertinggi. Bahan makanan nabati yang kaya akan protein adalah kacang-kacangan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar