Indonesia
terkenal dengan pemain tunggal putri yang ditakuti dan tidak mudah dikalahkan
seperti Susi Susanti dan Mia Audina. Namun demikian, jagoan-jagoan Indonesia di
sektor tunggal putri saat ini tidak ada yang masuk ke dalam 10 besar peringkat
dunia BWF.
Salah
satu faktor penyebab merosotnya prestasi pemain tunggal puteri bulutangkis
Indonesia adalah mental pemain yang buruk dalam arti semangat juang untuk
menang yang dimiliki oleh pemain cenderung masih rendah apalagi kalau sudah
melawan pemain nomor satu dunia dan skor sudah tertinggal jauh. Pemain tunggal
puteri bulutangkis Indonesia sudah seharusnya belajar dari pemain tunggal
puteri dari Thailand, walaupun usia pemain tunggal puteri bulutangkis mereka
lebih muda dari pemain tunggal puteri bulutangkis Indonesia, tetapi semangat juang mereka patut dicontoh.
Contohnya
Ratchanok Intanon, pemain tunggal puteri bulutangkis berusia 18 tahun asal
Thailand ini berhasil mendapatkan gelar juara dunia bulutangkis termuda BWF
World Championship 2013 pada sektor tunggal putri setelah mengalahkan pemain
nomor satu dunia yaitu Li Xuerui asal China dengan tiga game, 20-22, 21-28, dan
14-21. Hal inilah yang perlu menjadi motivasi bagi para pemain tunggal puteri Indonesia
bahwa tidak ada yang tidak mungkin apabila kita sudah turun di lapangan, pemain
nomor satu dunia pun masih bisa terkalahkan jika kita memiliki semangat juang
yang tinggi dan keyakinan yang kuat untuk menjadi juara.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar