Senin, 05 Juni 2017

Bangkitlah Tunggal Puteri Bulutangkis Indonesia!



Indonesia terkenal dengan pemain tunggal putri yang ditakuti dan tidak mudah dikalahkan seperti Susi Susanti dan Mia Audina. Namun demikian, jagoan-jagoan Indonesia di sektor tunggal putri saat ini tidak ada yang masuk ke dalam 10 besar peringkat dunia BWF. 

Salah satu faktor penyebab merosotnya prestasi pemain tunggal puteri bulutangkis Indonesia adalah mental pemain yang buruk dalam arti semangat juang untuk menang yang dimiliki oleh pemain cenderung masih rendah apalagi kalau sudah melawan pemain nomor satu dunia dan skor sudah tertinggal jauh. Pemain tunggal puteri bulutangkis Indonesia sudah seharusnya belajar dari pemain tunggal puteri dari Thailand, walaupun usia pemain tunggal puteri bulutangkis mereka lebih muda dari pemain tunggal puteri bulutangkis Indonesia,  tetapi semangat juang mereka patut dicontoh. 

Contohnya Ratchanok Intanon, pemain tunggal puteri bulutangkis berusia 18 tahun asal Thailand ini berhasil mendapatkan gelar juara dunia bulutangkis termuda BWF World Championship 2013 pada sektor tunggal putri setelah mengalahkan pemain nomor satu dunia yaitu Li Xuerui asal China dengan tiga game, 20-22, 21-28, dan 14-21. Hal inilah yang perlu menjadi motivasi bagi para pemain tunggal puteri Indonesia bahwa tidak ada yang tidak mungkin apabila kita sudah turun di lapangan, pemain nomor satu dunia pun masih bisa terkalahkan jika kita memiliki semangat juang yang tinggi dan keyakinan yang kuat untuk menjadi juara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar