Dalam
menjalani hidup selama 15 tahun, Erlangga Yudha Prasetia, akrab dengan
bulutangkis sejak dirinya masih kecil. Sebuah hobi yang ditekuninya dari kelas
1 Sekolah Dasar ternyata membawa Erlangga menjalani kehidupan yang tak pernah
terbayangkan sebelumnya.
Perjalanan
penggemar Kevin Sanjaya tersebut hingga akhirnya bisa terjun ke level nasional
rupanya tak semudah membalikkan telapak tangan. Tumbuh besar di Kota Pasuruan,
Jawa Timur tak seperti kebanyakan pebulutangkis di Jakarta yang mengikuti
kompetisi bulutangkis antar SMP sebelum terjun menjadi atlet profesional. Klub
amatir menjadi tempat Erlangga mengasah kemampuan hingga bisa lolos seleksi pelatihan
bulutangkis di PB Exist.
“Ketika
resmi lolos seleksi masuk PB Exist saya merasa ini seperti mimpi yang menjadi
kenyataan. Saya telah menantikan momen tersebut sejak lama.” ujar Erlangga
ketika selesai melakukan ekshibisi di GOR Kemenpora.
Saat
itu Erlangga terpilih sebagai salah satu pemain PB Exist pada sektor ganda
putra untuk mengikuti pembinaan di Bogor yang sekaligus menjadi pintu
gerbangnya untuk meraih mimpi di dunia bulutangkis.
“Saya
senang bisa terpilih menjadi salah satu bagian dari pemain PB Exist. Meski
harus pindah dari Pasuruan ke Bogor, saya siap untuk mengambil resiko demi
meraih cita-cita di dunia bulutangkis,” tutur Erlangga.
Kerja
keras Erlangga selama menjadi pemain ganda putra di PB Exist rupanya tak
berakhir sia-sia. Kemampuannya mulai meningkat seiring berjalannya waktu hingga
akhirnya bisa menjadi finalis kejuaraan bulutangkis Sirnas-Milo Banjarmasin
2016 dan kejuaraan bulutangkis Walikota Cirebon Open 2017.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar