Sabtu, 15 Oktober 2016

Kalimat Efektif



             Suatu kalimat dapat dikatakan efektif jika memenuhi beberapa kriteria. Kriteria yang pertama adalah menggunakan huruf kapital dengan benar. Huruf kapital biasanya digunakan diawal kalimat. Selain itu, huruf kapital juga digunakan pada nama, nama gelar dan nama kota.

            Kalimat efektif juga harus menggunakan tanda baca dengan benar. Terdapat beberapa macam tanda baca diantaranya adalah tanda titik yang berfungsi untuk mengakhiri sebuah kalimat. Tanda titik dua berfungsi sebagai tanda perincian. Tanda titik dua memiliki makna misalnya, seperti, yakni dan yaitu. Tanda koma berfunsi sebagai perincian dan harus diberi jarak. Tanda titik koma sebagai penganti dan konjugsi mempertentangkan. 

Tanda tanya untuk menanyakan segala hal yang ingin kita tahu. Tanda garis miring untuk untuk penulisan dalam surat. Tanda seru memiliki makna kalimat perintah, kalimat berita dan untuk mempertegas suatu kalimat. Tanda kutip ada dua macam yaitu tanda petik satu dan tanda petik dua. Tanda petik satu digunakan untuk judul asing. Tanda petik dua digunakan untuk judul indonesia dan kutipan langsung.

Tanda kurung digunakan untuk menjelaskan bagian yang penting. Tanda kurung siku digunakan untuk mengoreksi dengan tidak mencoretnya. Tanda hubung digunakan untuk pengulangan. Tanda sambung memiliki ukuran tanda yang lebih panjang dari tanda hubung.

Kalimat efektif harus menggunakan kata baku yang benar. Kata baku berhubungan dengan tulisan sedangkan kata tidak baku berhubungan dengan lisan. Selain itu, pada kalimat efektif tidak ada penggunaan pleonasme yaitu kata yang mubazir. Kalimat efektif  juga harus menggunakan S-P-O-K secara berurutan.

            Kata Baku adalah kata yang digunakan sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang telah ditentukan. Sedangkan Kata Tidak baku adalah kata yang digunakan tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang telah ditentukan.

      Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) memiliki peran yang cukup besar dalam mengatur etika berbahasa secara tertulis, sehingga  informasi  dapat disampaikan dan dipahami secara tepat. Dalam praktiknya diharapkan aturan tersebut dapat digunakan dalam keseharian masyarakat, sehingga proses penggunaan tata bahasa Indonesia dapat digunakan secara baik dan benar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar