Judul : Hiroshima., Ketika Bom
Dijatuhkan
Penulis : John Hersey
Penerbit : Komunitas Bambu
ISBN
: 979373129
“What
has kept the world safe from the bomb since 1945 has not been deterrence, in
the sense of fear of specific weapons, so much as it's been memory. The memory
of what happened at Hiroshima.” - John Hersey
John
Hersey mulai menulis tentang Hiroshima pada 25 Mei 1946. Selama tiga minggu
Hersey mewawancarai 40-an akademisi dan saksi, terutama enam tokoh utama yang
diceritakan dalam buku ini.
Hiroshima
memiliki empat bab dalam ceritanya yaitu A Noiseless Flash (Kilat
Tanpa Suara), The Fire (Api), Details are being
Investigated (Perinciannya sedang diselidiki), Panic Grass and
Feverfew (Panic Grass dan Tanaman Feverfew). Deskripsi
kejadian yang penulis gambarkan begitu nyata. Penulis begitu kreatif
memadu-padankan alur cerita beserta klimaks.
Pesawat
B29 menjadi momok mengerikan bagi rakyat Jepang selama Perang Dunia II. Pesawat
yang sama kemudian membawa bom atom yang meluluh-lantakkan Hiroshima dan
mengubah sejarah untuk selamanya. Inilah kisah kesaksian enam warga penyintas
dari tragedi yang mengakhiri perang dunia kedua, saat dijatuhkannya bom atom di
Hiroshima, Jepang.
Keenam
korban selamat yang menjadi narasumber John Hersey merasakan pengalaman yang
nyaris sama saat bom meledak. Mereka merasakan ada serangan kilat yang hebat
saat bom meledak. Segalanya terasa runtuh dan menimpa mereka. Saat itu hanya
Pendeta Tanimoto yang tidak terkubur dalam reruntuhan karena ia berada di luar
ruangan.
Korban
pun banyak berjatuhan. Jumlah penduduk Hiroshima ada 245.000 jiwa dan hampir
100.000 orang langsung tewas atau sekarat dalam ledakan tersebut. Keadaan ini
digambarkan John Hersey dengan banyaknya orang terlantar di jalanan atau di
puing-puing reruntuhan rumah mereka.
Bom
berkekuatan lebih dari 20.000 ton TNT itu juga berdampak buruk pada lingkungan.
Dengan kekuatan ledakannya yang 2.000
kali lebih kuat daripada Bom Grand Slam milik Inggris, bom
terbesar yang pernah digunakan dalam sejarah peperangan hampir seluruh bangunan
yang ada di Hiroshima hancur.
Selain
itu, terjadi keanehan pada korban-korban yang terluka. Gejala penyakit dan
luka-luka yang mereka alami membuat para dokter kebingungan. Ada yang demam
berhari-hari disertai sakit kepala dan gangguan pencernaan. Ada yang jumlah
leukositnya naik turun tak menentu. Ada juga yang lukanya sembuh tapi terbuka
kembali ketika tubuhnya digunakan untuk bergerak. Setelah mengetahui hal
tersebut, warga Jepang disarankan untuk tidak mengunjungi Hiroshima untuk
sementara waktu.
Hiroshima
adalah kisah nyata enam orang yang berjuang pada saat-saat tersulit di Jepang
ketika bom dijatuhkan. Ini adalah kisah yang menggambarkan hidup di tengah
konflik peperangan. Kisah yang akan membuat kita mensyukuri hidup kita
sekarang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar