Selasa, 08 Juli 2014

Hiroshima, Ketika Bom di Jatuhkan



Judul       : Hiroshima., Ketika Bom Dijatuhkan
Penulis    : John Hersey
Penerbit   : Komunitas Bambu
ISBN       : 979373129

“What has kept the world safe from the bomb since 1945 has not been deterrence, in the sense of fear of specific weapons, so much as it's been memory. The memory of what happened at Hiroshima.” - John Hersey

John Hersey mulai menulis tentang Hiroshima pada 25 Mei 1946. Selama tiga minggu Hersey mewawancarai 40-an akademisi dan saksi, terutama enam tokoh utama yang diceritakan dalam buku ini.  

Hiroshima memiliki empat bab dalam ceritanya yaitu A Noiseless Flash (Kilat Tanpa Suara), The Fire (Api), Details are being Investigated (Perinciannya sedang diselidiki), Panic Grass and Feverfew (Panic Grass dan Tanaman Feverfew). Deskripsi kejadian yang penulis gambarkan begitu nyata. Penulis begitu kreatif memadu-padankan alur cerita beserta klimaks. 

Pesawat B29 menjadi momok mengerikan bagi rakyat Jepang selama Perang Dunia II. Pesawat yang sama kemudian membawa bom atom yang meluluh-lantakkan Hiroshima dan mengubah sejarah untuk selamanya. Inilah kisah kesaksian enam warga penyintas dari tragedi yang mengakhiri perang dunia kedua, saat dijatuhkannya bom atom di Hiroshima, Jepang.

Keenam korban selamat yang menjadi narasumber John Hersey merasakan pengalaman yang nyaris sama saat bom meledak. Mereka merasakan ada serangan kilat yang hebat saat bom meledak. Segalanya terasa runtuh dan menimpa mereka. Saat itu hanya Pendeta Tanimoto yang tidak terkubur dalam reruntuhan karena ia berada di luar ruangan. 

Korban pun banyak berjatuhan. Jumlah penduduk Hiroshima ada 245.000 jiwa dan hampir 100.000 orang langsung tewas atau sekarat dalam ledakan tersebut. Keadaan ini digambarkan John Hersey dengan banyaknya orang terlantar di jalanan atau di puing-puing reruntuhan rumah mereka. 

Bom berkekuatan lebih dari 20.000 ton TNT itu juga berdampak buruk pada lingkungan. Dengan kekuatan ledakannya yang  2.000 kali lebih kuat daripada Bom Grand Slam milik Inggris, bom terbesar yang pernah digunakan dalam sejarah peperangan hampir seluruh bangunan yang ada di Hiroshima hancur.
 
Selain itu, terjadi keanehan pada korban-korban yang terluka. Gejala penyakit dan luka-luka yang mereka alami membuat para dokter kebingungan. Ada yang demam berhari-hari disertai sakit kepala dan gangguan pencernaan. Ada yang jumlah leukositnya naik turun tak menentu. Ada juga yang lukanya sembuh tapi terbuka kembali ketika tubuhnya digunakan untuk bergerak. Setelah mengetahui hal tersebut, warga Jepang disarankan untuk tidak mengunjungi Hiroshima untuk sementara waktu.

Hiroshima adalah kisah nyata enam orang yang berjuang pada saat-saat tersulit di Jepang ketika bom dijatuhkan. Ini adalah kisah yang menggambarkan hidup di tengah konflik peperangan. Kisah yang akan membuat kita mensyukuri hidup kita sekarang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar