Pendekatan
belajar aktif adalah pendekatan dalam pengelolaan sistem pembelajaran melalui
cara-cara belajar yang aktif menuju belajar yang mandiri. Kemampuan belajar
mandiri ini merupakan tujuan akhir dari belajar aktif. Untuk dapat mencapai hal
tersebut kegiatan pembelajaran dirancang sedemikian rupa agar bermakna bagi
siswa. Belajar yang bermakna terjadi bila siswa berperan secara aktif dalam
proses belajar dan akhirnya mampu memutuskan apa yang akan dipelajari dan cara
mempelajarinya.
Pembelajaran
aktif dimaksudkan untuk mengoptimalkan penggunaan semua potensi yang dimiliki
oleh siswa, sehingga semua siswa dapat mencapai hasil belajar yang memuaskan
sesuai dengan karakteristik pribadi yang mereka miliki. Di samping itu,
pembelajaran aktif juga dimaksudkan untuk menjaga perhatian siswa agar tetap
tertuju pada proses pembelajaran.
Belajar
aktif memperkenalkan cara pengelolaan kelas yang beragam tidak hanya berbentuk
kegiatan belajar klasikal saja. Kegiatan belajar klasikal (ceramah) masih tetap
digunakan agar guru dapat memberi penjelasan tentang materi pelajaran dengan
jelas dan baik. Namun kegiatan belajar klasikal bukan merupakan satu-satunya
model pengelolaan kelas. Masih banyak kegiatan lainnya seperti belajar
kelompok, kegiatan belajar berpasangan, dan kegiatan belajar perorangan. Masing-masing bentuk kegiatan memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing.
Guru perlu memilih kegiatan yang paling tepat berdasarkan tujuan instruksional
kegiatan yang telah ditentukan. Selain itu guru perlu mengembangkan berbagai
kegiatan belajar yang melibatkan siswa secara aktif dalam kegiatan yang
menantang kreativitas siswa, sesuai dengan karakteristik pelajaran dan
karakteristik siswa.
Peran
serta siswa dan guru dalam konteks belajar aktif sangat penting. Guru berperan aktif
sebagai fasilitator yang membantu memudahkan siswa belajar, sebagai narasumber
yang mampu mengundang pemikiran dan daya kreasi siswa, sebagai pengelola yang
mampu merancang dan melaksanakan kegiatan belajar bermakna, dan dapat mengelola
sumber belajar yang diperlukan. Siswa juga terlibat dalam proses belajar
bersama guru karena siswa dibimbing, diajar dan dilatih menjelajah, mencari,
mempertanyakan sesuatu, menyelidiki jawaban atas suatu pertanyaan, mengelola
dan menyampaikan perolehannya secara komunikatif. Siswa juga diharapkan mampu
memodifikasi pengetahuan yang baru diterima dengan pengalaman dan pengetahuan
yang pernah diterimanya.
Melalui
pendekatan belajar aktif siswa diharapkan akan mampu mengenal dan mengembangkan
kapasitas belajar dan potensi yang mereka miliki. Di samping itu, siswa secara
penuh dan sadar dapat menggunakan
potensi sumber belajar yang terdapat di lingkungan sekitarnya, lebih terlatih
untuk berprakarsa, berpikir secara sistematis, kritis dan tanggap, sehingga
dapat menyelesaikan masalah sehari-hari melalui penelusuran informasi yang
bermakna baginya. Selain itu, belajar aktif menuntut guru bekerja secara
professional dalam mengelola proses pembelajaran sebagai pengalaman yang
bermakna bagi siswa.
Dengan
demikian, belajar aktif diasumsikan sebagai pendekatan belajar yang efektif
untuk dapat membentuk siswa sebagai manusia seutuhnya yang mempunyai kemampuan
untuk belajar mandiri sepanjang hayatnya, dan untuk membina profesionalisme
guru.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar