Sabtu, 04 Januari 2014

Mewujudkan Jakarta Bebas Macet dengan 3M

Jakarta adalah ibukota dari Republik Indonesia. Jakarta dikenal sebagai kota metropolitan bahkan bisa menjadi salah satu kota megapolitan terbesar yang ada di dunia. Sebagai ibukota negara, Jakarta memiliki banyak masalah yang sangat kompleks, salah satunya adalah kemacetan. Kemacetan di Jakarta seolah menjadi hal yang biasa dialami oleh masyarakat Jakarta. Kemacetan di Jakarta akan terlihat pada saat hari kerja.Lalu, apakah kemacaten yang terjadi di Jakarta bisa diatasi? Tentu saja bisa.Kemacetan yang terjadi di Jakarta bisa diatasi dengan 3M.       

Membudayakan pergi dengan menggunakan kendaraan umum. Salah satu penyebab kemacetan yang terjadidi Jakarta adalah banyaknya masyarakat yang menjalankan aktivitasnya menggunakan kendaraan pribadi dibandingkan dengan menggunakan kendaraan umum.Persentase perbandingan antara kendaraan pribadi dan kendaraan umum adalah(98,8%:1,2%). Persentase perbandingan yang tidak seimbang ini membuktikan bahwa masih banyak masyarakat yang berpergian menggunakan kendaraan pribadi.Bayangkan, apakah yang terjadi di Jakarta jika tiap orang berpergian dengan kendaraan pribadi terus meningkat dan mereka tidak mau berpegian dengan angkutan umum? Jakarta bukan lagi sekedar macet biasa tetapi bisa jadi macet total karena jumlah kendaraan akan sama dengan ruas jalan. Untuk itulah, perluadanya kesadaran dari masyarakat Jakarta untuk membudayakan pergi dengan menggunakan kendaraan umum dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Mengoptimalisasi sarana trasportasi umum yang ada di Jakarta. Banyak masyarakat Jakarta tidak mau menggunakan transportasi umum karena mereka melihat pelayanan fasilitas dari transportasi umum masih kurang. Oleh karena itu, perlu adanya perbaikan dan peningkatan sarana transportasi umum agar masyarakat mau menggunakan transportasi umum. Pemerintah sebenarnya sudah melakukan berbagai cara dalam peningkatan sarana transportasi umum. Salah satu contohnya adalah dengan meluncurkan Trans Jakarta. Sejak diluncurkan pertama kali pada tahun 2004 Trans Jakarta menjadi reformasi total transportasi umum di Jakarta dan bukti keberpihakan Pemprov DKI Jakarta terhadap masyarakat pengguna transportasi umum. Agar pelayanan lebih optimal Pemerintah perlu meningkatkan kapasitas Trans Jakarta, penambahan armada dan koridor untuk mencapai target sejuta penumpang setiap hari.

Meningkatkan kapasitas ruas jalan yang ada di Jakarta. Pertambahan kendaraan dan ruas jalan di Jakarta sekarang tidak seimbang dimana kendaraan bertambah sesuai deret ukur sementara ruas jalan bertambah menurut deret hitung. Laju pertambahan yangterlalu besar dan tidak diiringi dengan penambahan ruas jalan menimbulkan masalah yaitu ketersediaan lahan parkir. Selain itu, masalah lainnya adalah pengalihan fungsi ruas jalan dari parkir hingga pedagang kaki lima menyebabkan ruas jalan menyempit dan tidak optimal. Untuk itulah, perlu adanya penataan sistem parkir dengan membatasi parkir di badan jalan dan pemberlakuan parkir didalam gedung.  Selain itu, pemerintah perlu menambah ruas jalan dengan cara membangun jalan tol dalam kota dan dan jalan layang bukan tol.

Jadi,Kemacetan yang terjadi di Jakarta bisa diatasi dengan 3M yaitu membudayakan pergi dengan menggunakan angkutan umum, mengoptimalisasi sarana transportasi umum, dan meningkatkan kapasitas ruas jalan yang ada di Jakarta. Tentunya,perlu adanya kerja sama yang baik dari pemerintah dengan masyarakat dalam mengatasi kemacetan yang terjadi di Jakarta. Apabila semua hal ini dapat dilaksanakan dengan baik, maka Jakarta yang bebas macet dapat terwujud.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar