Jakarta adalah ibukota dari Republik Indonesia. Jakarta dikenal
sebagai kota metropolitan bahkan bisa menjadi salah satu kota megapolitan
terbesar yang ada di dunia. Sebagai ibukota negara, Jakarta memiliki
banyak masalah yang sangat kompleks, salah satunya adalah kemacetan.
Kemacetan di Jakarta seolah menjadi hal yang biasa dialami
oleh masyarakat Jakarta. Kemacetan di Jakarta akan terlihat pada saat
hari kerja.Lalu, apakah kemacaten yang terjadi di Jakarta bisa diatasi?
Tentu saja bisa.Kemacetan yang terjadi di Jakarta bisa diatasi dengan
3M.
Membudayakan pergi dengan
menggunakan kendaraan umum. Salah satu penyebab kemacetan yang terjadidi
Jakarta adalah banyaknya masyarakat yang menjalankan
aktivitasnya menggunakan kendaraan pribadi dibandingkan dengan
menggunakan kendaraan umum.Persentase perbandingan antara kendaraan
pribadi dan kendaraan umum adalah(98,8%:1,2%). Persentase perbandingan
yang tidak seimbang ini membuktikan bahwa masih banyak masyarakat yang
berpergian menggunakan kendaraan pribadi.Bayangkan, apakah yang terjadi
di Jakarta jika tiap orang berpergian dengan kendaraan pribadi terus
meningkat dan mereka tidak mau berpegian dengan angkutan umum? Jakarta
bukan lagi sekedar macet biasa tetapi bisa jadi macet total karena jumlah
kendaraan akan sama dengan ruas jalan. Untuk itulah, perluadanya
kesadaran dari masyarakat Jakarta untuk membudayakan pergi
dengan menggunakan kendaraan umum dalam menjalankan aktivitas
sehari-hari.
Mengoptimalisasi sarana trasportasi umum
yang ada di Jakarta. Banyak masyarakat Jakarta tidak mau menggunakan
transportasi umum karena mereka melihat pelayanan fasilitas dari
transportasi umum masih kurang. Oleh karena itu, perlu adanya
perbaikan dan peningkatan sarana transportasi umum agar masyarakat mau
menggunakan transportasi umum. Pemerintah sebenarnya sudah melakukan
berbagai cara dalam peningkatan sarana transportasi umum. Salah satu
contohnya adalah dengan meluncurkan Trans Jakarta. Sejak diluncurkan
pertama kali pada tahun 2004 Trans Jakarta menjadi reformasi total
transportasi umum di Jakarta dan bukti keberpihakan Pemprov DKI Jakarta
terhadap masyarakat pengguna transportasi umum. Agar pelayanan
lebih optimal Pemerintah perlu meningkatkan kapasitas Trans Jakarta,
penambahan armada dan koridor untuk mencapai target sejuta penumpang
setiap hari.
Meningkatkan kapasitas ruas jalan yang ada
di Jakarta. Pertambahan kendaraan dan ruas jalan di Jakarta sekarang
tidak seimbang dimana kendaraan bertambah sesuai deret ukur sementara
ruas jalan bertambah menurut deret hitung. Laju pertambahan yangterlalu
besar dan tidak diiringi dengan penambahan ruas jalan menimbulkan masalah
yaitu ketersediaan lahan parkir. Selain itu, masalah lainnya
adalah pengalihan fungsi ruas jalan dari parkir hingga pedagang kaki lima
menyebabkan ruas jalan menyempit dan tidak optimal. Untuk itulah, perlu
adanya penataan sistem parkir dengan membatasi parkir di badan jalan dan
pemberlakuan parkir didalam gedung. Selain itu, pemerintah perlu
menambah ruas jalan dengan cara membangun jalan tol dalam kota dan
dan jalan layang bukan tol.
Jadi,Kemacetan yang terjadi di
Jakarta bisa diatasi dengan 3M yaitu membudayakan pergi dengan
menggunakan angkutan umum, mengoptimalisasi sarana transportasi umum, dan
meningkatkan kapasitas ruas jalan yang ada di Jakarta. Tentunya,perlu
adanya kerja sama yang baik dari pemerintah dengan masyarakat
dalam mengatasi kemacetan yang terjadi di Jakarta. Apabila semua hal ini
dapat dilaksanakan dengan baik, maka Jakarta yang bebas macet dapat
terwujud.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar