Proses
biosintesis kolesterol dapat dijelaskan dalam beberapa tahap berikut.
1. Sintesis HMG KoA
(β-hidroksi β-metilglutaril KoA)
Proses ini mirip dengan proses
pembentukan HMG KoA dalam mekanisme ketogenesis. Hanya berbeda lokasi saja.
Ketogenesis terjadi di mitokondria sedangkan sintesis kolesterol terjadi di sitoplasma.
Kesimpulannya ada dua lokasi sintesis HMG KoA di dalam sel. Yang satu terjadi
di dalam mitokondria (ketogenesis) dan yang satunya lagi terjadi di sitoplasma
(sintesis
kolesterol).
Dua molekul asetil KoA awalnya berkondensasi membentuk asetoasetil KoA. Dan
molekul asetil KoA lainnya ditambahkan sehingga menghasilkan HMG KoA.
2. Pembentukan
mevalonat
Enzim HMG KoA akan mereduksi HMG KoA
menjadi mevalonat. Enzim ini berada di retikulum endoplasma. Pada proses
reduksi ini dibutuhkan ekivalen pereduksi yang disuplai oleh NADPH. HMG KoA
juga sangat dipengaruhi oleh hormon misalnya seperti hormon insulin dan
glukagon. Jika kadar glukagon meningkat, HMG KoA reduktase mengalami
fosforilasi dan menjadi tidak aktif sedangkan jika kadar insulin yang
meningkat, enzim tersebut akan mengalami defosforilasi dan menjadi aktif.
Begitu juga dengan hormon tiroid dan glukokortikoid. Hormon tiroid meningkatkan
aktivitas reduktase ini sedangkan glukokortikoid menurunkannya.
3. Produksi unit
isoprenoid
Selanjutnya mevalonat mengalami
fosforilasi oleh ATP. Kemudian mevalonat kinase mengkonversi mevalonat menjadi
3-fosfo 5-pirofosfomevalonat. Yang terjadi berikutnya adalah dekarboksilasi
oleh enzim fosfomevalonat sehingga terbentuk isopentenil pirofosfat.
Kesimpulannya, reaksi pertama dari tahap ini adalah mevalonat diubah menjadi
3-fosfo 5- pirofosfomevalonat yang kemudian didekarboksilasi menjadi
isopentenil pirofosfat. Isopentenil pirofosfat inilah salah satu unit isoprenoid
yang dimaksud. Sedangkan unit isoprenoid lainnya adalah 3,3-dimetilali
pirofosfat. 3,3-dimetilali pirofosfat diperoleh dari reaksi isomerase yang
dikatalisis oleh enzim isomerase isopentenil pirofosfat. Dalam beberapa
referensi, unit isoprenoid disebut unit 5-karbon isoprenoid.
4. Sintesis skualen
Isopentenil pirofosfat (Isopentenyl
pyrophosphate, IPP) dan 3,3-dimetilalil pirofosfat (dimethylallyl
pyrophosphate, DPP) berkondensasi membentuk geranil pirofosfat (10C). Dalam
tahap ini terjadi penambahan satu unit isoprenoid lagi untuk menghasilkan
farnesil pirofosfat. Unit isoprenoid ditambahkan disini adalah satu molekul
IPP. Molekul IPP tersebut akan berkondensasi dengan GPP untuk membentuk
farnesil pirofosfat (15C). Dua unit farnesil pirofosfat bergabung dan direduksi
sehingga menghasilkan skualen (30C).
5. Pengubahan skualen
menjadi kolesterol (Langkah terakhir sintesis kolesterol)
Pada reaksi selanjutnya enzim
skualen monooksigenase mengubah skualen menjadi skualen 2,3 epoksida. Reaksi
ini membutuhkan NADPH dan oksigen molekular (O2). Kemudian skualen 2,3 epoksida
mengalami siklisasi untuk menghasilkan lanosterol. Pembentukan kolesterol dari
lanosterol mengalami reaksi-reaksi penting berikut
a.
Reduksi atom karbon dari 30C menjadi 27C.
b.
Penghilangan dua gugus metil dari C4 dan satu gugus metil dari C14.
c.
Pemindahan ikatan rangkap dari C8 ke C5.
d.
Reduksi ikatan rangkap antara C24 dan C25.
Setelah
keempat reaksi penting di atas selesai, kolesterol akhirnya terbentuk.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar